Tulisan ini spesial saya buat atas untuk naila fithria.

Berkebun emas adalah salah salah satu metode pengembangan dalam investasi emas. Saya sebut salah satu, karena memang ada beberapa metode pengembangan dalam investasi emas. Intinya adalah memanfaatkan skema gadai yang ada di pegadaian dan bank untuk memperoleh keuntungan dengan harapan pertumbuhan harga emas lebih tinggi dibandingkan biaya-biaya yang harus ditanggung untuk menjalankan metode ini.

Gambaran metodenya adalah sebagai berikut.

Sebelumnya mari kita membuat asumsi dalam ilustrasi metode ini terlebih dahulu.

Melakukan investasi emas secara rutin sebesar 25 gram
– Harga asumsi emas 25 gram = Rp.11.000.000,- (anda dapat melakukannya dengan emas satuan yang lebih kecil/besar)
– Kenaikan nilai emas adalah 30% per tahun
– Nilai gadai sebesar 80% dari harga taksir emas (akan berbeda-beda untuk tiap bank atau pegadaian)
– Harga Taksir Bank Rp.460.000,- pergram (akan berbeda-beda untuk tiap bank atau pegadaian)
– Biaya penitipan emas Rp. 2500/gram/bulan (akan berbeda-beda untuk tiap bank atau pegadaian)

Prosesnya adalah sebagai berikut:

1. Beli emas pertama

Beli emas batangan 25 gram = Rp 11.000.000

Gadaikan dan Anda akan mendapatkan dana segar sebesar: 80% x Rp 11.000.000 = Rp 8.800.000

Setor biaya penitipan 1 tahun : Rp 2.500 x 25 gram x 12 = Rp 750.000

2. Beli emas kedua

Beli emas batangan 25 gram = Rp 8.800.000 (uang hasil gadai emas 1) + Rp 2.200.000 (uang sendiri) = Rp 11.000.000

Gadaikan dan Anda akan mendapatkan dana segar sebesar: 80% x Rp 11.000.000 = Rp 8.800.000

Setor biaya penitipan 1 tahun : Rp 2.500 x 25 gram x 12 = Rp 750.000

3. Beli emas ketiga

Beli emas batangan 25 gram = Rp 8.800.000 (uang hasil gadai emas 1) + Rp 2.200.000 (uang sendiri) = Rp 11.000.000

Gadaikan dan Anda akan mendapatkan dana segar sebesar: 80% x Rp 11.000.000 = Rp 8.800.000

Setor biaya penitipan 1 tahun : Rp 2.500 x 25 gram x 12 = Rp 750.000

4. Beli emas keempat

Beli emas batangan 25 gram = Rp 8.800.000 (uang hasil gadai emas 1) + Rp 2.200.000 (uang sendiri) = Rp 11.000.000

Gadaikan dan Anda akan mendapatkan dana segar sebesar: 80% x Rp 11.000.000 = Rp 8.800.000

Setor biaya penitipan 1 tahun : Rp 2.500 x 25 gram x 12 = Rp 750.000

5. Beli emas kelima. khusus emas terakhir, jangan digadaikan, disimpan saja dengan harapan nilai emas akan naik.

Maka telah jadilah kebun anda. Anda Perhatikan perhitungan diatas bahwa biaya pembelian emas kedua dan seterusnya, 80% modal beli emas adalah dari uang gadai.

Total modal yang harus disiapkan sebagai modal:

1. Beli emas pertama =  Rp 11.000.000
2. Beli emas ke 2 sampai ke 5 = Rp 2.200.000 x 4 = Rp.8.800.000 jt
3. Biaya titip Rp.750rb x 4 buah emas =  Rp.3 jt
Total modal = Rp 22.800.000

Setelah satu tahun, sesuai asumsi kita, harga emas naik sebesar 30 persen. Jadi emas batangan 25 gram yang Anda miliki  sekarang nilainya adalah : 130% x Rp 11.000.000 = Rp 14.300.000

Setelah itu tibalah saat memanen dari kebun anda. Langkah memanennya cukup dibalik saja.

1. Jual emas kelima

jual emas kelima = Rp 14.300.000

2. Gadai emas keempat lalu jual

gadai emas keempat = Rp 8.800.000

jual emas keempat = Rp 14.300.000

3. Gadai emas ketiga lalu jual

gadai emas ketiga = Rp 8.800.000

jual emas ketiga = Rp 14.300.000

4. Gadai emas kedua lalu jual

gadai emas kedua = Rp 8.800.000

jual emas kedua = Rp 14.300.000

5. Gadai emas pertama lalu jual

gadai emas pertama = Rp 8.800.000

jual emas pertama = Rp 14.300.000

Hasil panen:

Maka posisinya sebagai berikut:
Hasil penjualan emas 5 buah x Rp 14.300.000 jt = Rp.71.500.000
Tebus gadai 4 x Rp 8.800.000 = Rp. 35.200.000
sisa = Rp 36.300.000

Keuntungan : hasil panen – modal = Rp 36.300.000 – Rp 22.800.000 = Rp 13.500.000 (59%)

==============================================

Catatan penulis:

1. Metode ini hanya untuk jangka pendek. Jadi gunakan metode ini untuk pemenuhan kebutuhan keuangan jangka pendek.

2. Terdapat asumsi pada ilustrasi di atas. Pada kondisi nyata terdapat beberapa perbedaan seperti harga emas yg fluktuatif sehingga harga beli dan jual masing-masing emas akan berbeda. Bahkan biaya pun bisa fluktuatif.

3. Resiko lebih tinggi daripada metode investasi emas konvensional karena agar mendapat keuntungan, pertumbuhan emas harus lebih tinggi dari biaya yang dikeluarkan. Sehingga jika ingin menerapkannya, disarankan untuk mencari tempat gadai dengan biaya yang serendah-rendahnya.

4. Hasil akhir adalah uang tunai bukan kepemilikan emas.

5. Penulis bukanlah pelaku berkebun emas. Hanya memiliki sedikit pengetahuan mengenai berkebun emas.

6. Tetap lakukan analisis, paling tidak secara fundamental, terhadap prediksi harga emas minimal setahun kedepan.

===================================================

Semoga postingan ini bermanfaat. Setelah membaca, alangkah baiknya jika anda meninggalkan komentar…😀