Bagi saya, tahap paling menyulitkan bagi saya dalam mengerjakan tugas akhir adalah tahap pencarian topik yang akan diangkat dalam tugas akhir. Karena tahap ini penuh dengan banyak opsi topik dengan peluang nya masing-masing yang berbeda kedepannya. Pada tahap ini biasanya semua mahasiswa, termasuk saya, memiliki beberapa opsi pilihan. Dan hal inilah yang menyebabkan saya menganggap tahap ini sebagai tahap yang paling sulit.

Tahap ini bagi saya dapat menimbulkan krisis. Karena pada saat kita masih mencerna apa itu tugas akhir, bagaimana workload ideal dan future impact nya, kita sudah diharuskan memilih sebuah topik yang akan menjadi landasan berpijak dalam pengerjaan kedepannya. Namun seperti mata uang, krisis memiliki dua sisi, bahaya dan peluang. Seperti kalimat yang pernah diucapkan oleh presiden AS ke-35 John F. Kennedy:

“When written in Chinese, the word crisis is composed of two characters. One represents danger, and the other represents opportunity.”

Memang dalam bahasa China, karakter kata krisis diwakili oleh kata WEI JI, sementara kata bahawa diwakili kata WEI xian dan kata peluang diwakili kata JI hui. Oleh karena itu, saya ingin dapat memanfaatkan tahap ini sebaik-baiknya agar dapat menghasilkan yang terbaik buat saya kedepannya. Setelah melakukan riset kecil-kecilan dan pertimbangan sana sini, akhirnya saya memilih satu topik yang akan saya angkat, yaitu Sistem Pendukung Keputusan dalam olahraga sepakbola.

Dalam kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi mengenai tahap pencarian topik. Perlu dicatat, apa yang saya tuliskan disini murni pendapat dari saya pribadi.

1. Temukan Titik Untuk Memulai

Kedengarannya sangat simpel dan sederhana ya? Namun percayalah, banyak yang bingung harus memulai darimana saat mencari topik TA. Buat saya cukup simpel. Ada dua cara: Mulai dari titik awal, atau sekalian dari titik akhir.

Yang saya maksud mulai dari titik awal adalah menentukan lingkup besarnya tanpa mempedulikan hasil akhirnya. Sebagai contoh: saya ingin mengerjakan tugas akhir dibidang musik karena itu sesuai dengan hobi. Atau saya ingin mengerjakan tugas akhir tentang sistem pakar, kayaknya keren. Sebagai permulaan, itu sudah lebih dari cukup. Selanjutnya sambil jalan (diskusi dengan pembimbing, riset kecil-kecilan via perpus atau online, dll) nanti akan terdefinisi sendiri apa yang akan dikerjakan.

Sedangkan yang saya maksud mulai dari titik akhir adalah dengan mendefinisikan mau membuat apa. Jadi dimulai dari benda spesifik apa yang ingin dibuat dalam tugas akhir. Benda disini tidak harus spesifik bentuknya. Dapat berupa daftar fungsi atau manfaat dari benda itu sendiri. Contohnya: saya ingin membuat sistem yang dapat membantu pelatih sepakbola dalam memilih pemain. Setelah

Untuk saya sendiri, ini yang saya gunakan. Mungkin karena saya tipe orang yang memiliki pola pikir yang Steven Covey menyebutnya “Begin with the end mind“. Terkadang ini yang menjadi masalah dalam proses bimbingan saya dengan pembimbing saya, namun begitulah pola berfikir saya.

2. Sesuaikan Workload dengan Rencana Hidup

Sangat wajar apabila pada tahap ini kita bingung, topik dengan workload seperti apa yang harus diambil karena kita belum sepenuhnya mengerti apa itu makhluk lucu yang bernama Tugas Akhir. Seperti yang saya alami. Dan mungkin dialami oleh teman-teman juga. Pada saat itu, saya ingin memilih topik dengan kriteria seideal-idealnya, sebagus-bagusnya, dan secanggih-canggihnya. Oleh karena itu saya agak enggan untuk memilih topik-topik yang terkenal cukup mudah dikerjakan seperti topik saham (no offense g*ys… hehe…).

Namun dengan berjalannya waktu, saya mengambil kesimpulan bahwa tugas akhir hanya bernilai sesuai dengan jumlah SKSnya. 2 + 4 sks saja. Cukup. Titik. Future impact? Kembali ke masing-masing individu yang bersangkutan. Tugas Akhir menjadi berkurang artinya (dalam kaitannya dengan future impact) jika kamu berniat berkarir diluar domain IT. Namun Tugas Akhir menjadi nilai lebih jika kamu berniat berkarir dalam domain IT, apalagi jika kamu ingin menjadi seorang akademisi seperti dosen. Dan tidak ada yang lebih benar atau salah ketika kamu memutuskan untuk berkarir dibidang IT ataupun non IT.

Tugas Akhir hanya menjadi sebatas kisah hidup yang mungkin orang lain dalam domain yang nantinya kamu geluti (non IT tentunya), hanya sebagai faktor wow saja. Kemungkinan besar, orang yang diluar domain IT yang akan tercengang jika mengetahui tugas akhir yang kamu kerjakan adalah  Decision Support System for Buying Stocks. Terdengar sangat keren. Wow. Tapi apakah mereka mengerti? Belum tentu. Sebaliknya, tugas akhir akan menjadi nilai tambah yang cukup signifikan jika kamu memang berkarir dalam bidang IT atau menjadi akademisi.

So, jangan takut untuk memilih topik yang lebih “mudah” jika memang sesuai dengan rencana hidup kamu. Dalam suatu riwayat pun, Nabi Muhammad dalam memilih diantara dua perkara pun, beliau memilih yang mudah. Dan jangan takut pula memilih topik yang “sulit” jika itu sesuai dengan rencana hidup kamu berapa lamapun waktu yang diperlukan. Jangan menyesal dikemudian hari. Sesuaikan dengan rencana hidupmu (termasuk rencana waktu lulusmu).

3. Sekali Memilih, Lupakan yang Lain.

Sebagai mahasiswa yang sudah tua tapi labil, terkadang kita tetap kepikiran mengenai topik-topik lain dan juga peluang-peluangnya sekalipun telah memilih satu topik saja. Malah terkadang, pada tahap selanjutnya dijadikan alasan ketika pengerjaan tugas akhirnya mengalami kebuntuan. Jangan lakukan itu. Sekali memilih (tentunya dengan pertimbangan yang matang), lupakan opsi lainnya. Stay focus on what you choose. don’t waste your time and energy thingking about other topics. Curahkan waktumu untuk menyelesaikan topik yang telah dipilih atau meningkatkan kualitasnya.

4. Tentukan Deadline yang Disesuaikan dengan Timeline TA

Sangat jelas. Dalam pengerjaan tugas akhir, kita seperti main kejar-kejaran sama yang namanya garis mati atau deadline. Entah kita mau santai-di awal-sprint-di akhir, atau joging-dari-awal-sampai-akhir atau sprint-sepanjang-waktu, atau joging-sepanjang-waktu, pastikan kita memenuhi tenggat waktu tersebut. Karena sebagus apapun (topik) tugas akhir yang kita kerjakan, tidak akan berarti apabila lewat dari tenggat waktu yang telah ditentukan.

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang dapat memanfaatkan waktunya dengan baik.”

Ya. Sekian dulu postingan kali ini. Silahkan baca juga postingan dari teman saya mengenai pencarian topik tugas akhir. Semoga berguna.