[Tulisan ini diperuntukkan untuk memenuhi tugas Keamanan Informasi]

Sebelumnya, deskripsi tugas mata kuliah ini II3062 Keamanan Informasi yang diasuh oleh Bapak Budi Raharjo ini adalah sebagai berikut:

Buatlah sebuah “steganography” yang berisi pesan seperti diberikan di kelas. Untuk tugas yang ini, Anda diminta untuk menyamarkan pesannya.

Jangan beritahukan isi pesannya atau cara membacanya. Cara membaca akan ditautkan minggu depan.


Sebelumnya, marilah kita membahas apa itu steganografi.

Apa itu steganografi?

Steganografi adalah seni untuk menyembunyikan pesan di dalam pesan lainnya sedemikian rupa sehingga orang lain tidak menyadari ada sesuatu di dalam pesan tersebut. Kata steganografi (steganography) berasal dari bahasa Yunani steganos, yang artinya ‘tersembunyi/terselubung’, dan graphein, ‘menulis’ sehingga kurang lebih artinya “menulis (tulisan) terselubung”. Teknik ini meliputi banyak sekali metoda komunikasi untuk menyembunyikan pesan rahasia. Metoda ini termasuk tinta yang tidak tampak, microdots, pengaturan kata, tanda tangan digital, jalur tersembunyi dan komunikasi spektrum lebar.

Oke, sekarang adalah steganografi yang saya buat yaitu sebagai berikut:

Saya dan teman saya, Mimo, bukanlah seorang penggemar game, atau yang biasa disebut dengan gamer. Tapi kami sama-sama mempunyai pengecualian terhadap game yang bernama Football Manager (FM). Sekarang kami sedang memainkan versi terbarunya yaitu FM 2010. Suatu sore, ketika kami sedang bersantai sambil memainkan game tersebut di laptop masing-masing, tiba-tiba Mimo berteriak kesal karena sudah enam pertandingan dia selalu mengalami kekalahan. Saya pun tertarik untuk menganalisis penyebab kekalahan beruntun tersebut. Dan saya tertarik untuk menganalisis susunan permain yang dia miliki.

Saya pun melihat daftar susunan pemain yang Mimo pasang di menu “Tactic”. Mimo memakai tim Kaiserslaurtern sebagai tim yang dia tangani. Karena tim tersebut tidak memiliki dana yang banyak, dia hanya memiliki 16 pemain. Tapi anehnya, dia memiliki pemain yang menurut saya cukup mahal dan mustahil bersedia pindah ke klub kecil tersebut, seperti Curtis Davies, Esteban Cambiasso, Andrés Iniesta, Robin van Persie, Peter Crouch, Sergio Asenjo, Stiliyan Petrov, dan Ezequiel Lavezzi. Mungkin karena dia membeli pemain-pemain tersebut, sisa dananya hanya mungkin untuk menggaji total 16 pemain.

Saya pun mencoba melihat daftar pemain yang dipakai di pertandingan terakhir. Susunannya pemain yang digunakan dengan formasi 4-4-2 yang dipilihnya adalah sebagai berikut:
GK        : tobbias sippel
RB        : Mauricio Isla
LB        : Fábio Aurélio Rodrigues
CB        : Walter Samuel
CB        : Curtis Davies
ML        : Ze Roberto
MC        : Juan Carlos Valerón
MC        : Esteban Cambiasso
MR        : Andrés Iniesta
CF        : Robin van Persie
CF        : Peter Crouch
Sub        : Sergio Asenjo
Sub        : Sebastiano Siviglia
Sub        : Erik Jendrisek
Sub        : Stiliyan Petrov
Sub        : Ezequiel Lavezzi

Dapat dilihat di atas, Mimo cukup pintar dengan membeli Curtis Davies dan Stiliyan Petrov dari Aston Villa karena pemain tersebut sangatlah jago. Mungkin malah paling jago. Hehe. Namun yang disayangkan adalah hanya Curtis Davies yang dia pasang sebagai starting eleven.

Secara keseruhan saya cukup setuju dengan pemain yang dia pilih. W. Samuel dan C. Davies dapat menjadi batu yang kokoh untuk menjaga pertahanan dibantu oleh Isla dan F. Aurelio. Dua nama terakhir juga dapat membantu penyerangan lewat sayap. di lini tengah, esteban cambiasso dapat menjadi seorang ball-winning-midfielder untuk mengganggu serangan lawan dari awal. Valeron dengan kreativitas dan skill yang dimiliki dapat menjadi jenderal lapangan tengah sekaligus playmaker yang handal. Hal ini didukung dengan mobile-nya iniesta dan ze roberto dari sayap. Mungkin valeron memiliki kekurangan bahwa ia adalah pemain tua yang mudah lelah sehingga perannya dapat digantikan oleh petrov. Di depan, pemilihan van persie dan crouch mengingatkan saya dengan duet AC Milan yang sangat handal waktu dulu yaitu “Bierhoff-Weah”. Pemain yang satu sangat berbahaya di udara. Yang satunya memiliki skill dan kecepatan di atas rata-rata. Lavezzi pun cukup berbahaya apabila dia dimainkan. Hanya satu posisi yang saya tidak setuju. Saya lebih memilih Sergio Asenjo untuk berdiri di bawah mistar gawang dibandingkan Tobbias Sippel karena Asenjo pemain yang sangat prospektif dan apabila diberi pengalaman bertanding, dia akan berkembang menjadi pemain yang sangat handal.

Setelah berdebat cukup lama, akhirnya kami melihat satu kejanggalan. Kondisi fitness para pemain rata-rata “hanya” 80%an. Dan setelah kami analisis, mungkin itu disebabkan karena banyaknya pertandingan yang harus dijalani, tetapi pemain yang ada hanya 16 pemain. Hal ini mungkin yang menyebabkan kekalahan beruntun yang dialami tim yang ditangani teman saya tersebut. Solusi yang cukup masuk akal adalah menjual satu atau dua pemain yang mahal, dan menggantikannya dengan beberapa (4-5 pemain) agar dapat melakukan rotasi pemain.


Seperti deskripsi tugas di atas, jawaban dari steganografi ini akan saya beritahukan minggu depan.

Silahkan pecahkan dan tuliskan isi pesan dan caranya di bagian comment dari postingan ini.

Demikian tugas tersebut telah saya kerjakan. Semoga dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi para pembaca.