Obligasi Negara Ritel adalah obligasi negara yang dijual secara ritel kepada individu/perseorangan Warga Negara Indonesia, atau bahasa lainnya adalah surat utang negara. Disebut Ritel karena memang dijual dengan satuan yang lebih murah dan ditujukan untuk masyarakat luas. ORI dijual melalui agen penjual dengan volume minimum yang telah ditentukan oleh negara. ORI diterbitkan untuk kebutuhan negara. Ada beberapa kebutuhan yang menjadi latar belakang diterbitkannya produk ini, diantaranya adalah untuk membiayai anggaran negara, diversifikasi sumber pembiayaan, mengelola portofolio utang negara, dan memperluas basis investor.

Beberapa kelebihan dari produk ini yaitu:

  • Pendapatannya yang relatif pasti

ORI memiliki tingkat suku bunga kupon yang relatif pasti. Jadi pendapatan yang didapat selama tenor (masa) obligasi itu berlaku adalah pasti dan tetap. Investor akan mendapatkan pendapatan tersebut secara bulanan.

  • Bunga Kupon yang relatif lebih tinggi dari produk bank

Bunga Kupon ORI biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan produk bank baik tabungan, giro, maupun deposito sekalipun.

  • Tingkat Resiko yang Kecil

Ada orang yang mengatakan, obligasi yang dikeluarkan oleh negara tidak memiliki resiko (Zero Risk) karena dijamin oleh negara. Tapi penulis berpendapat, walaupun mendapatkan jaminan dari negara, resiko (terutama gagal bayar) juga melekat pada produk ini. Namun tingkatnya memang relatif kecil bahkan mendekati nol jika yang mengeluarkan adalah negara-negara berperingkat baik. Semakin kuat ekonomi negaranya, semakin rendah tingkat resikonya (mendekati nol). Semakin tidak kuat ekonomi negaranya, semakin tinggi tingkat resikonya. Masih ingat kejadian gagal bayar surat utang milik Yunani baru-baru ini?

  • Dapat diperjual belikan

Berbeda dengan produk bank, ORI ini dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Jadi potensi keuntungannya selain dari kupon, dapat didapat juga dari perbedaan harga beli dan julai dari ORI ini. Investor tinggal menghitung yield dari produk ini jika ditahan atau dijual sebagai pertimbangan untuk menjual atau menahannya.

Beberapa resiko atau kekurangan yang ada pada produk ini

  • Resiko Gagal Bayar

Resiko gagal bayar adalah resiko pihak yang berhutang (dalam hal ini negara), gagal dalam membayar hutangnya kepada pihak yang memberi hutang (dalam hal ini para investor pembeli ORI). Tidak mungkin? Salah. Memang kemungkinannya kecil. Tapi tetap ada. Seperti kasus yang terjadi baru-baru ini di negara-negara Eropa.

  • Resiko Pasar

Resiko pasar adalah resiko harga menjadi lebih rendah di pasar. Hal ini terjadi jika kita hendak menjual ORI ini kepihak lain.

  • Resiko Likuiditas

Resiko ini berhubungan dengan tingkat kemudahan cair (menjadi uang tunai) dari produk ORI ini.

  • Pendapatan dari kupon terkena PPh sebesar 15%

Ya. Pendapatan dari kupon ORI terkena pajak dari negara sebesar 15%. Yang berhutang negara, dan negara masih mengenakan pajak kepada pihak yang dihutanginya. Mantab kan. :p

  • Pertumbuhan investasi relatif kecil dibandingkan beberapa produk lain

Pertumbuhan investasi ORI adalah tetap yaitu sebesar kupon yang ditawarkan. Biasanya besarnya lebih tinggi dari produk bank. Tapi jika dibandingkan produk lain semisal reksadana ataupun saham, pertumbuhan investasi ORI dapat menjadi lebih rendah. Namun ORI memiliki tingkat kepastian yang lebih pasti dan tingkat resiko yang lebih rendah jika dibandingkan dengan produk tersebut.

Saat tulisan ini ditulis, sedang ada penawaran ORI seri 008 dengan tingkat suku bunga kupon sebesar 7,3% dengan nilai per unitnya Rp 1.000.000 dan minimal pembelian Rp 5.000.000 serta maksimal Rp 3.000.000.000. ORI008 ini memiliki tenor selama 3 tahun. Penawaran produk ini hanya pada 7-21 Oktober 2011. Jika anda tertarik dapat dipesan di bank BRI terdekat. Dapatkan juga cashback senilai 0.05% dari nilai transaksi jika anda memesannya di BRI.

About these ads