Filed under: Uncategorized
Yah, pada postingan ini, gw pengen ngebahas sesuatu yang lagi in dikalangan nak if. Terutama nak if06. Sesuatu itu bernama plurk.
kalo kata mbawiki (yang tentunya gw cari lewat omgugel):
Plurk adalah layanan jejaring sosial dan mikroblog gratis yang mengizinkan pengguna mengirim pembaruan (dikenal sebagai suatu plurk) melalui antarmuka web, pesan singkat, atau cara lain, dengan panjang maksimum 140 karakter. Pembaruan ini akan ditampilkan pada halaman web pengguna menggunakan garis waktu yang menampilkan semua pembaruan yang diterima dengan urutan kronologis, dan selanjutnya disampaikan ke pengguna lain yang masuk. Pengguna dapat menanggapi pembaruan pengguna lain dari garis waktu mereka melalui situs web Plurk.com, pengirim pesan instan, atau pesan singkat.
Dari mbawiki juga, gw akhirnya tau asal kata plurk (walaupun belum valid sih):
Kata Benda. plurk (plüer-kh) – adalah website nyaman yang memperbolehkan anda untuk menunjukkan peristiwa yang membuat hidup anda bagaikan daging yang enak dan gampang untuk dicerna. Rendah lemak, 5 kalori pada setiap pelayanannya, mempunyai manfaat yang banyak.
Kata Kerja. plurk (plüer-kh) – Untuk mencatat segala peristiwa yang anda lakukan, kumpulan tindakan, buku cerita, pesona hidup.
atau plurk jadi bahasa internasional gara-gara situs tersebut?? Wah saya tidak bisa menjawabnya…
Nah kalo buat gw sih plurk punya arti yang cukup simpel:
Plurk adalah fasilitas yang dibuat untuk memfasilitasi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu nyampah (baca : nge-junk)
Ahaha… Mudah dimengerti kan?? Ehehe. Yang asik dari plurk tuh dia punya konsep yang namanya karma (kayaknya ini kerjaan marketingnya plurk deh). Apa itu karma??
Karma adalah suatu penilaian tertentu terhadap aktivitas anggotanya. Semakin tinggi poin karma seorang pengguna, maka semakin banyak pula fasilitas yang akan ia diperoleh. Sistem inilah yang mendorong para Pluker untuk terus aktif di Plurk.
Dalam Plurk, KARMA seorang pengguna akan naik berdasarkan pada :
- Jumlah postingan ke Plurk.
- Jumlah tanggapan diberikan terhadap pengguna Plurk lainnya.
- Jumlah teman di ajak bergabung dengan Plurk
- Jumlah pengguna yang mengajak pengguna menjadi teman.
Jadi semakin tinggi karma seseorang, semakin tinggi pula status sosial dia di dunia plurk (lebay). Selain itu dia juga dapat menggunakan emoticon-emoticon khusus. Beginilah kira-kira stratanya:
-
Karma lebih dari 10
- Dapat memberikan judul/nama pada timeline sendiri.
-
Karma lebih dari 25
//


















-
Karma lebih dari 50
//


















-
Karma lebih dari 81
//








-
Karma mencapai 100 ==> NIRVANA!!! (Argh… gw belum nyampe…)
//

-
Lebih dari 10 teman berhasil diajak bergabung ke plurk:
//









Lucu-lucu bukan? Selain bisa nyampah, kita juga bisa nyombong dengan menggunakan emoticon-emoticon strata tinggi. Ehehe…
Jadi kalau masih baru blom bisa gunain dong?? Ups, sebenernya bisa sih. Ini caranya. Ehehe.
Happy plurk-ing…
Filed under: Dunia Kita | Tags: atom, bencana, bom, bom atom, gempa, hiroshima, indonesia, nagasaki, perang dunia
Pastinya kita semua pernah mendengar kota yang sangat terkenal yaitu Hiroshima dan Nagasaki. Kota yang dengan ironis terkenal karena tercatat di buku sejarah dunia karena tragedi yang terjadi di kedua kota tersebut karena kekejaman perang dunia kedua. Yah, anda benar. Kota inilah yang pada perang dunia kedua dijatuhkon oleh tentara amerika sebuah teknologi hasil buatan manusia sendiri yang diberi nama bom atom.
Selama ini, saya hanya mendapatkan informasi bahwa kedua kota tersebut luluh lantak karena bom tersebut. Iseng-iseng, saya mencoba mencari gambar-gambar keadaan Hiroshima dan Nagasaki setelah bom itu terjadi. Inilah hasil pencarian tersebut:






Sangat naas bukan? Tidak terbayang lagi berapa jumlah manusia yang menjadi korban pada peristiwa ini. Kerugian materil pun pasti sangat besar. Yah. Memang inilah salah satu resiko yang mungkin didapat dari sebuah perperangan. Yups. Ini hanya salah satu dari ribuan bahkan jutaan resiko yang mungkin. Kejadian yang terjadi pada tahun 1945an ini lah salah satu penyebab jatuhnya kekuasaan Jepang di beberapa daerah jajahannya.
Huffff…
Kalau dipikir-pikir, 1945 adalah 64 tahun yang lalu. Yups. Tidak terasa sudah lewat dari setengah abat dari kejadian fenomenal tersebut. Saya jadi penasaran. Bagaimana keadaan kedua kota tersebut sekarang. Alhasil kembali saya melakukan pencarian. Dan berikut yang saya dapat (kalau sumbernya valid ya…):






WOW!!!
Itu satu kata yang langsung terucap dari mulut saya. Dalam waktu yang relatif cepat itu (walaupun setengah abad) kedua kota tersebut sudah bertransformasi jauh dari yang saya bayangkan. Satu hal yang langsung terlintas dipikiran saya, “Bagaimana caranya mereka melakukan itu??”.
Yah begitulah. Satu hal lagi yang membuat saya terkagum dengan negara Jepang. Jika dipikir-pikir asal, ternyata Jepang dan Indonesia mirip-mirip ato gak beda jauh. Di Jepang ada bom (walaupun jarang tapi ini bom atom men…) dan akrab dengan bencana (gempa udah kayak makanan sehari-hari). Indonesia? mirip kan? Bom juga ada (tentunya dalam intensitas yang lebih sering. hehe.). Bencana? wah ini mah udah gak kehitung lagi banyaknya…
Yah dari semua ini, hanya satu harapan saya. Paling tidak, saya berharap Indonesia bisa menjadi cermin dengan kota Hiroshima dan Nagasaki. Cermin selalu memantulkan hal yang sama dengan dunia nyatanya. Jadi saya berharap, Indonesia paling gak dapat menyamai kedua kota di Jepang itu. Bisa gak ya? Saya sih pengennya bisa. Lebih cepat lebih baik lagi biar saya masih sempet ngalaminnya…
Filed under: Uncategorized
Terletak di Swedia, Muskö merupakan fasilitas militer bawah tanah terbesar di dunia. Dipergunakan untuk Pangkalan Angkatan Laut.
Dibangun di bawah gunung batu granit, so pasti mustahil dihancurkan meriam, bom penghancur bunker bahkan rudal nuklir sekalipun.














Musko digunakan untuk pembuatan kapal Fregat, Kapal Perusak dan kapal selam mempunyai dermaga terpanjang mencapai 350 meter.
Ada tempat perbaikan kapal, rumah sakit, diningrooms, barak, mall, meeting room dll, semua di bawah gunung.
Ada rumah sakitnya juga. Jika terjadi perang ribuan tentara terluka/cedera bisa dirawat di dalamnya dengan kapasitas rumah sakit mencapai 1000 tempat tidur.
Sumber: http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2009/07/fasilitas-militer-bawah-tanah-terbesar.html
Sumber: http://terselubung.blogspot.com/2009/07/fasilitas-militer-bawah-tanah-terbesar.html
Filed under: Uncategorized
Sekedar ingin membantu yang mau nyari pengumuman SNMPTN 2009…
Hasil pengumuman SNMPTN 2009 diumumkan melalui situs web http://www.snmptn.ac.id yang dapat diakses mulai pukul 00.00 tanggal 1 Agustus 2009.
(sumber : http://www.snmptn.ac.id)
Pelaksanaan SNMPTN 2009 berdasarkan hasil rapat Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Mataram pada tanggal 29 Agustus 2008, di bawah koordinasi dan tanggung jawab Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri ini merupakan satu-satunya pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh Perguruan Tinggi Negeri dalam satu sistem yang terpadu dengan menggunakan soal yang sama atau setara dan diselenggarakan secara serentak.
Tambahan dari kami tentang Pengumuman SNMPTN 2009 ini biasanya Panitia menempuh berbagai Cara Mengumumkan Hasil SNMPTN. Pada Tahun 2008 Panitia tidak menerbitkan koran SNMPTN. Pengumuman resmi hasil SNMPTN Tahun 2008 dilakukan dengan 3 cara, yaitu :
1. melalui situs atau website yang telah ditetapkan.
2. melalui Papan Pengumuman 38 Panitia Lokal (PANLOK), khusus untuk peserta SNMPTN yang ujian di Lokasi PANLOK tersebut
3. melalui Papan Pengumuman 57 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), khusus untuk peserta SNMPTN yang diterima di PTN tersebut
Website
Hasil Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2008 diumumkan pada tanggal 31 Juli 2008 jam 18.00 melalui 5 (lima) situs atau website sebagai berikut :
1. Website Resmi SNMPTN.
2. Website Universitas Indonesia (UI).
3. Website Institut Teknologi Bandung (ITB).
4. Website Universitas Diponegoro (UNDIP).
5. Website Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Ketentuan yang harus diketahui
1. Para peserta SNMPTN Tahun 2008 yang nomor dan namanya tercantum dalam pengumuman resmi SNMPTN hanya dapat mendaftarkan di Program Studi pada Perguruan Tinggi Negeri tempat peserta tersebut diterima.
2. Tata cara pendaftaran bagi peserta SNMPTN yang telah dinyatakan lulus SNMPTN Tahun 2008, ditetapkan oleh masing-masing Perguruan Tinggi Negeri. Peserta SNMPTN tersebut wajib untuk melihat Pengumuman Tata Pendaftaran tersebut pada masing-masing PTN dimana peserta SNMPTN tersebut diterima.
3. Peserta SNMPTN yang telah dinyatakan lulus SNMPTN Tahun 2008, akan dibatalkan haknya sebagai mahasiswa baru apabila, Tidak mengikuti tata cara pendaftaran yang telah ditetapkan oleh PTN dimana dimana peserta diterima, dan Memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan keterangan yang diberikan pada waktu mendaftarkan diri untuk mengikuti SNMPTN 2008.
4. Kepada penerima Beasiswa Mengikuti Ujian (BMU) yang diterima di program studi pilihannya, harap segera melapor dan menyerahkan fotocopy Surat Lulus Seleksi BMU dari Panitia Pelaksana SNMPTN ke PTN yang bersangkutan pada saat mendaftar di perguruan tinggi. Setelah selesai mendaftar, penerima BMU harap segera mengirimkan surat pemberitahuan ke Sekretariat Panitia Pelaksana SNMPTN Tahun 2008 dengan mencantumkan Nomor BMU, Nama Program Studi dan Perguruan Tinggi dimana yang bersangkutan telah mendaftar, untuk pemrosesan BTP dan SPP
5. Panitia Pelaksana SNMPTN Tahun 2008 tidak akan memanggil Peserta SNMPTN yang telah dinyatakan lulus SNMPTN Tahun 2008 dengan surat panggilan dan tidak melayani surat menyurat yang berkaitan dengan pengumuman hasil SNMPTN tersebut.
6. Pengumuman hasil SNMPTN adalah satu-satunya pengumuman yang merupakan keputusan akhir Panitia Pelaksana SNMPTN dan tidak akan melayani gugatan dalam bentuk apapun yang berkaitan dengan pengumuman hasil SNMPTN tersebut.
Koran Yang Mengumumkan Hasil SNMPTN 2008
Setiap koran yang mengumumkan Hasil SNMPTN Tahun 2008, dihalaman muka/depan sebelum pengumuman akan mengumumkan Pengumuman Panitia Pelaksana SNMPTN Tahun 2008. Koran yang meminta data hasil SNMPTN Tahun 2008 dari Sekretariat Panitia Pelaksana SNMPTN Tahun 2008 dan bersedia mengumumkannya adalah :
1. Koran Seputar Indonesia (SINDO), untuk peserta yang ujian di semua lokasi Panitia Lokal.
2. Koran Media Indonesia, untuk peserta yang ujian di Palembang, Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Surakarta dan Yogyakarta.
3. Koran Republika, untuk peserta yang ujian di Padang, Jakarta, Banten, Bogor, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Malang.
4. Koran Tempo, untuk peserta yang ujian di Jakarta, Bogor, Bandung dan Banten.
5. Koran Jakarta, untuk peserta yang ujian di Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Bandung, Semarang dan Surakarta.
6. Koran Warta Kota, untuk peserta yang ujian di Jakarta, Bogor dan Banten.
7. Koran Jurnal Bogor, untuk peserta yang ujian di Bogor dan Bandung.
8. Koran Radar Bogor, untuk peserta yang ujian di Jakarta, Bogor, Bandung dan Yogyakarta.
9. Koran Kedaulatan Rakyat, untuk peserta yang ujian di Purwokerto, Semarang, Surakarta dan Yogyakarta.
10. Koran Ambon Ekspres, untuk peserta yang ujian di Ambon.
Sekian. semoga bermanfaat…
Filed under: Uncategorized
Menarik melihat perkembangan persaingan antara microsoft dan google…
Microsoft berhasil melakukan kerja sama selama 10 tahun dengan Yahoo! mengenai mesin pencari yang mereka punya. Kemungkinan Microsoft akan berkonsentrasi pada perang situs pencarian (dengan situs bing nya), dan Yahoo diharapkan mampu membuyarkan konsentrasi Google dalam penjualan iklan di Web.
Hal ini dikutip oleh detik.com.
Saya sangat antusias menunggu perkembangan persaingan antara mereka. Dengan kesepakatan ini, dipastikan google akan memutar otak untuk meningkatkan layanan yang mereka punya. Tapi sebelumnya, bagaimana tanggapan regulator antimonopoli terhadap kerjasama ini? Bagaimanapun keputusannya, semoga dan sepertinya yang diuntungkan adalah para user seperti kita ini. Pastinya kita akan merasakan getah persaingan antar mereka dengan layanan yang lebih baik.
Inilah persaingan yang saya sukai… Bagaimana dengan pemilu kemarin? hehe.
Filed under: Uncategorized
Malem-malem gak jelas, kape tinggal dua hari lagi…
Bingung mau ngapain, akhirnya nyoba belajar internet marketing…
yah, moga-moga aja bisa jadi tambah2an buat beli es tahu…
Filed under: Uncategorized
yeeeah…
Pada postingan kali ini, saya akan menceritakan ttg kegiatan yang (mau-tak-mau) saya lakukan dalam liburan kali ini. Yups. Benar sekali tebakan anda. Kegiatan tersebut adalah kegiatan-yang-pada-judul-postingan-ini-diapit-oleh-tanda-(-dan-) a.k.a KP atau Kerja Paksa eh Praktek.
Anda tidak tahu apa itu KP? Well, hmm, gmana jelasinnya yah? Oh ya, berhubung KP ini adalah salah satu mata kuliah di ITB, saya akan mencoba menjelaskan berdasarkan situs mata kuliah tersebut di IF.
“KP adalah mata kuliah yang berkode IF40K1 (mungkin udah berubah mengikuti perubahan kurikulum) yang memiliki tujuan agar mahasiswa dapat mengenal dunia kerja (interaksi dalam dunia kerja dan penerapan ilmu yg diperoleh di dunia kerja) serta mampu bersikap profesional dalam dunia kerja.”
Oke, cukup sekian penjelasan awal tentang KP-nya. Sekarang kita masuk ke bagian ceritanya. Untuk memudahkan, maka cerita saya akan saya bagi menjadi 2 bagian, masa pra-KP dan masa KP:
Masa Pra-KP
Yah, seperti halnya yang dilakukan oleh pemuda-pemudi IF pada umumnya pada masa ini, tentu saja saya memenuhinya dengan melakukan pencarian tempat KP. Yah, mungkin sedikit berbeda dengan tim-gay-bali 1 yang beranggotakan Camoksangketuaangkatan, Tonykayaraya, dan tepan yang pada masa ini memiliki kegiatan tambahan yaitu membuat spesifikasi yang cocok untuk kosan yang akan mereka tempati yang sesuai dengan “kriteria” mereka.
Sebenernya pada masa ini, kegiatan yang saya lakukan tidak banyak. Jika mau diibaratkan dengan sepakbola yang memiliki waktu 90 menit, praktis di 2×45 menit tersebut saya hanya berleha-leha. Hal tersebut dikarenakan adanya informasi dari anggota kelompok KP saya yang beranggotakan Agus sipemilikgelasBRIsatu2nya, Tito sipenglajunangagah, dan saya sendiri tentunya tentang adanya link di suatu perusahaan minyak terkemuka yaitu Exxon Mobile.
Nah, itu dia, berhubung udah ada satu kata yang sangat mujarab yaitu link, alhasil kami praktis hanya berleha-leha dan membayangkan akan melaksanakan kerja praktek di perusahaan internasional ini. Ternyata, emang mungkin kita g boleh leha-leha, setelah kita mengirimkan seluruh persyaratan, hanya satu dari kami bertiga yang diterima kerja praktek. Yah, karena ke-visioneran-nya dengan teorinya yang berbunyi “wanita adalah inhibitor” Agus berhasil “menyingkirkan” saya ama titz. Namun karena sifatnya yang setia, baik terhadap teman baru maupun kepada teman dari kecilnya, diapun menolak penerimaan itu dan memilih mencari tempat KP yang lain bersama-sama. Hidup Agus!!!
Hal ini tentu saja membuat kami panik. Kenapa panik?? Karena kami sudah menghabiskan waktu 2×45 menit yang kami punya untuk berleha-leha. Hufff, untungnya sang “wasit” cukup bijak. Kami diberi injury time yang cukup untuk mencari tempat kape yang lain.
injury time menit 1
Kembali dengan pergaulannya yang luas, saudara agus kembali menawarkan satu tempat lagi yang pasti menerima kami bertiga. Well, berbeda dari sebelumnya, kali ini tempatnya di Padalarang yaitu PT Sanbe Farma. Setelah melalui perjalanan dan penipuan-jarak-10-menit yang cukup melelahkan, akhirnya kami sampai di gedung, err, pabrik tersebut.
Di sini kami bertemu langsung dengan kepala ITnya yang menjamin kami pasti diterima tapi tetap harus dengan prosedur birokrasi. Hal ini cukup membuat kami lega. Karena paling nggak, kami sudah memiliki tempat kape yang tetap.
Pulangnya kami mengobrol2 dan mengambil kesimpulan:
- Sanbe Farma letaknya lumayan jauh dari bandung (kalo jalan kaki ato naik motor). Jadi kalo saya g masuk kerja, berarti semuanya gak masuk.
- Kita masih pengen tempat KP di Jakarta. Jadi kita masih akan mencari tempat KP.
- Sanbe Farma langganan majalah yang isinya, errr, well guys, you must believe it, tentang ayam semua ampe agus kegirangan.
injury time menit 2
Sembari mempersiapkan ujian akhir, kami pun masih mencari-cari tempat KP yang berlokasi di jakarta. Sudah mengirimkan email ke pssi, tapi g dibales. Sempet kepikiran buat gabung geng IBM yang isinya Riga, Adi, Nur, Tami, Obie, Indra, Wulan, Putut, Naila (ada yang g kesebut g ya?) tapi g jadi.
Akhirnya, perasaan galau yang kami rasakan saat itu terobati oleh kabar yang dibawa oleh bapak saya. Kabarnya adalah kita bisa nge-apply KP di BRI pusat yang kemungkinan besar bakal diterima. Hal ini sontak langsung memberikan angin segar kepada kami bertiga. Kami pun langsung mengontak nomor yang dapat dihubungi dan membuat janji dengan orang tersebut.
injury time menit 3
Dapat disebut juga hari-saat-kami-bertiga-plus-obbie-ke-jakarta-untuk-menyerahkan-surat-keperluan-pengajuan-kape. Namun karena kepanjangan, kita sebut saja injury time menit 3.
Keputusan kami untuk pergi ke jakarta saat itu cukup dilematis. Karena pada hari itu juga dilaksanakan kuis SBD. Namun setelah ditimbang dengan taruhan harus kape di padalarang kamipun merelakan kuis tersebut.
Sesampainya di sana, kami pun langsung naik lift menuju ke ruangan tempat Bu I***e (orang yang sangat membantu kami dalam proses pengajuan KP ini. Nama disamarkan untuk kebaikan semua. Selanjutnya akan kita sebut dengan Bu I) bekerja.

agus dengan setia nge-millie...
Namun apa mau dikata, ternyata Bu I yang sibuk ini lagi di luar kantor dan meminta untuk menitipkan berkas2nya di sekretarisnya saja. Dengan sedikit agak kecewa, kami pun menitipkan surat2 kami (yang ternyata masih di dalam amplop Exxon) ke sekretaris tersebut. Kami pun turun dengan perasaan kecewa. Sebelum meninggalkan gedung BRI untuk menuju traktiran-nyokapnya-agus di Senayan City, saya meng-sms bu I lagi.
Ketika mobil kami berada di bunderan patung pemuda, tiba-tiba handphone saya berbunyi. Ternyata dari bu I. Dari percakapan saya dengan beliau akhirnya diputuskan kami akan balik ke gedung BRI untuk langsung bertemu beliau (yey. dia bela2in buat balik ke kantor dulu). Sesampainya di sana, kami dibawa langsung ke bagian TSI (this is where we work right now) ketemu wakil divisi tersebut. Dari sini ternyata kami harus dapet surat dari bagian Corporate Secretary (CS, bukan Cleaning Service). Alhasil kami pun (kembali di antar oleh bu I) menuju bagian CS tersebut. Setelah bu I mengobrol2 sebentar dengan pak E maka kami akhirnya di terima untuk melakukan kerja praktek di BRI. Horay… Oh, Nikmatnya motong birokrasi… fufufu…
Setelah itu kami pun keluar gedung dengan kepala tegap karena menyandang status baru… Mahasiswa Kerja Praktek Bank Rakyat Indonesia Pusat…

Dan karena semangat 45 Jendral Sudirman yang kami miliki, resmilah kami menjadi SudirBoys…

Jendral Sudirman, Inspirasi Kami...
Setelah itu, berhubung kami sudah janji dengan nyokapnya Agus, terpaksa (padahal emang pengen) kami menuju Senayan City. Di sana, seperti yang telah dijanjikan, kami pun ditraktir sama nyokapnya Agus di Senayan City. Di sana selain ditraktir makan, kami pun di traktir bread talk sebagai bekal di mobil. Disinilah terjadi tragedi salah-ambil-roti-yang-dikira-kecil-ternyata-rotinya-nyambung2-panjang-kayak-ular yang melibatkan teman seperjalanan kami Obbie hadrian.
Tak puas dengan traktiran tersebut, kamipun memutuskan untuk “mampir” ke Blenger Burger. Masing-masing dari kami dengan “sopan” memesan “hanya” minimal 2 buah.


tidak lupa saya sertakan bukti-bukti otentik.

barang bukti 1

barang bukti 2
ingat, foto ini diambil pada saat teman2 IF lainnya sedang menghadapi kuis SBD dan tubes yang saya sendiri sudah lupa apa itu saking banyaknya. fufufu…
Full time gan
Sekian dulu postingan kali ini. Berhubung udah panjang, ntar nyambung ke postingan selanjutnya…
Mengikuti film (sinetron) Ketika Cinta Bertasbih, to be continue…
Filed under: Uncategorized
Postingan ini bertujuan untuk terus memberikan update tentang proses pencalonan ketua divisi/biro. Postingan akan terus di-update sehingga diharapkan untuk terus dipantau secara berkala.
Kejadian
11 April 2009 : Wisnu Adityo telah memposting Spesifikasi Pencalonan ketua Divisi/Biro di milis HMIF
13 April 2009:
14:54 Filman Ferdian mencalonkan diri sebagai kadiv Hubungan Luar dengan mengirimkan semua persyaratan
18.36 IkrarPradana mencalonkan diri sebagai kabir ekonomi dengan mengirimkan semua persyaratan
20.57 Rizkiana Novitasari mencalonkan diri sebagai kadiv media dengan mengirimkan semua persyaratan
22.50 Joseph Rich mencalonkan diri sebagai kadiv PSDA dengan mengirimkan semua persyaratan
23.05 Veri Ferdiansyah mencalonkan diri sebagai kadiv Kekeluargaan dengan mengirimkan semua persyaratan
23.06 Esqi Aktiadi mencalonkan diri sebagai kadiv Keprofesian dengan mengirimkan semua persyaratan
23.27 Dhika Prawidar mencalonkan diri sebagai kadiv Kekeluargaan dengan mengirimkan semua persyaratan
23.54 Adiska Fardani mencalonkan diri sebagai kadiv Kekeluargaan dengan mengirimkan semua persyaratan
23.56 Aditya Irfansyah mencalonkan diri sebagai kabir Ekonomi dengan mengirimkan semua persyaratan
00.01 Anggrahita Bayu mencalonkan diri sebagai kadiv PSDA dengan mengirimkan semua persyaratan
00.04 Dian Perdhana Putra mencalonkan diri sebagai kabir Ekonomi dengan mengirimkan semua persyaratan
00.10 Miftah Mizan mencalonkan diri sebagai kadiv Hubungan Luar dengan mengirimkan semua persyaratan
00.17 Edria Albert mencalonkan diri sebagai kadiv Media dengan mengirimkan semua persyaratan
00.20 Amalfi Yusri mencalonkan diri sebagai kadiv Kekeluargaan dengan mengirimkan semua persyaratan
??.?? Ripandy mencalonkan diri sebagai kabir Rumah Tangga dengan mengirimkan semua persyaratan
01.08 M. Haekal mencalonkan diri sebagai kadiv Pengabdian Masyarakat dengan mengirimkan semua persyaratan
05.02 Ginanjar mencalonkan diri sebagai kadiv Pengabdian Masyarakat dengan mengirimkan semua persyaratan
Rekap:
Divpro : Esqi
DivPSDA : Joseph Rich, Anggrahita Bayu
DivKel : Veri, Dhika, Adiska, Amalfi
DivMed : Ririz, Edria
BRT : Ripandy
BirEk : Ikrar, Dhana, Aditya Irfansyah
DivHublu : Filman, Mizan
DivPM : Haekal, Ginanjar
Kedepannya akan ada sesi wawancara tiap cakadiv/bir. Untuk tiap cakadiv/bir diharapkan terus memantau milis dan merespon semua postingan yang dianggap perlu.
Demikian update tentang proses pencalonan ketua divisi/biro pada 14 April 2009 06:28.
Kepada para cakadiv/bir lainnya ditunggu pencalonannya. Smangat…
Untuk HMIF yang lebih baik…
keterangan:
Jam pada bagian kejadian (di sebelah cakadiv/bir) adalah jam pada webmail. Jam pada bagian update di bawahnya adalah jam esia dan jam laptop penulis. Dan setelah dipertimbangkan maka yang dijadikan patokan adalah jam 00.07 waktu esia. FYI, Perbedaan waktu webmail dan esia adalah +- 9 menit.
mohon maaf kalo ada salah.
Filed under: Informatika
Sebenarnya postingan ini adalah bentuk penyaluran kekesalan penulis dikarenakan pada ujian mata kuliah Sistem Terdistribusi yang diikutinya tidak ada satu soal pun mengenai CORBA. Padahal penulis sudah mempelajari nyaris lebih dari 2 jam…
CORBA dan Sejarahnya
Dalam dunia yang terus berkembang ini, kebutuhan komputer yang mengaplikasikan sistem terdistribusi menjadi sangat tinggi. Sistem komputer yang terdistribusi adalah sebuah sistem yang memungkinkan aplikasi komputer beroperasi secara terintegrasi pada lebih dari satu lingkungan yang terpisah secara fisik dan memiliki karakteristik concurrency, synchronization, dan failures. Adalah tidak mungkin untuk mengembangkan sistem terdistribusi yang homogen, karena secara alamiah sistem komputer terdistribusi tumbuh dari lingkungan yang heterogen baik dalam hal perangkat keras, sistem operasi, maupun bahasa pemrogaman. Dari sini lah muncul istilah interoperabilitas yang artinya adalah kemampuan kerjasama antar sistem komputer.
Interoperabilitas sudah banyak dikenal orang. Salah satunya adalah protokol komunikasi data yang kita kenal dengan istilah TCP/IP. Namun ada satu hal yang belum banyak dikenal, yaitu interoperabilitas pada level perangkat lunak aplikasi. Dalam konteks sistem komputer terdistribusi, walaupun komponen aplikasi dibuat dengan bahasa pemrogaman yang berbeda, menggunakan development tools yang berbeda, dan beroperasi di lingkungan yang beragam pula, mereka harus tetap dapat saling bekerjasama.
Dari kebutuhan tersebut lah maka berdasarkan “kesepakatan” antara sejumlah vendor dan pengembanga perangkat lunak terkenal semacam IBM, Hewlett-Packard, dan DEC, yang tergabung dalam sebuah konsorsium bernama Object Management Group (OMG) lahirlah CORBA.
CORBA
CORBA adalah sebuah arsitektur software yang berbasis Object Oriented dengan paradigma client-server. Dalam terminologi tersebut, sebuah objek berkomunikasi dengan objek lain dengan cara pengiriman pesan (message passing). Diterjemahkan dalam model client-server, satu objek berperan sebagai si pengirim pesan (client) dan yang lain bertindak sebagai penerima dan pemroses pesan (server).
Keunikan dari CORBA adalah arsitektur ini memiliki Object Request Broker (ORB) yang memungkinkan untuk client dan server diimplementasikan dalam hardware, sistem operasi, bahasa pemrogaman, dan dilokasi yang berbeda, tapi tetap bisa saling berkomunikasi. Secara gampangnya ORB ini akan menjadi “broker/pialang” yang akan menjebatatani heterogenitas antara kedua objek. ORB akan menangani perbedaan platform, pelacakan lokasi objek, dan proses transfer pesan sedemikian rupa sehingga transparan terhadap kedua objek. Dengan demikian pemrogaman client dan implementasi objek bisa berkonsentrasi sepenuhnya pada aspek fungsionalitas keduanya.
Interface Definition Language (IDL)
Bagaimana caranya dua objek yang dikembangkan terpisah, dengan perangkat dan bahasa yang berbeda, serta dijalankan di komputer yang berbeda, dapat saling bekomunikasi? Konsep tentang interface dapat “mempertemukan” perbedaan-perbedaan itu. Mari kita bayangkan interface sebagai “ikatan kontrak” antara dua objek yang akan saling berkomunikasi.
Bagi objek server, interface akan berfungsi untuk meng”iklan”kan kepada client tentang apa saja yang bisa dikerjakannya.
Bagi objek client, interface berfunsi sebagai “pemandu” untuk mengetahui layanan-layanan apa saja yang disediakan oleh server.
Dalam CORBA, spesifikasi interface adalah hal pertama yang dilakukan, seperti dalam kehidupan nyata, sebelum transaksi terjadi maka akan dibuat kontrak. Spesifikasi tersebut dibuat dengan bahasa khusus yang bersifat standar yang disebut Interface Definition Language (IDL).
Object Management Architecture (OMA)
Di atas kita telah membicarakan interoperabilitas pada level objek. Pada kenyataannya, interoperabilitas pada level aplikasi jauh lebih kompleks.Keterkaitan antara satu program dengan program yang lain begitu beragam, hal ini menyulitkan penyediaan dukungan yang lebih komprehensif secara terstruktur. Dengan teknologi berbasis CORBA, OMG mencoba menuangkan visinya tentang aplikasi terdistribusi dalam sebuah arsitektur yang disebut Object Management Architecture (OMA). OMA mengelompokkan jenis-jenis interaksi antar program untuk memudahkan penyediaan dukungan.
OMA melakukan strukturisasi dunia aplikasi ke dalam dua kelompok besar:
- kategori layanan CORBA (CORBA services)
Layanan CORBA menyediakan fungsi-fungsi dasar yang digunakan oleh hampir setiap obyek dalam berbagai aplikasi. Fungsi-fungsi ini biasanya bersifat generik dan tidak tergantung pada jenis domain aplikasi. Sebagai contoh adalah layanan penamaan (naming service). Bayangkan bila kita memerlukan sebuah layanan tapi tidak tahu ke mana harus mencari server yang menyediakan layanan tersebut. Layanan penamaan dapat membantu kita layaknya sebuah “halaman kuning” (yellow pages); dia bisa menyiarkan direktori layanan yang terdaftar padanya. Karena sifatnya yang generik, layanan penamaan dapat digunakan oleh aplikasi dari berbagai domain.
- kategori fasilitas CORBA (CORBA facilities).
Fasilitas CORBA lebih tinggi levelnya. Ia menyediakan layanan pada level aplikasi. Ada dua jenis fasilitas: horizontal, yang diperlukan oleh berbagai jenis domain (misalnya, user-interface), dan vertikal, yang berlaku khusus untuk domain tertentu (misalnya, dalam kasus kita, domain kesehatan). Fasilitas horizontal fungsinya mirip dengan layanan CORBA, tetapi beroperasi pada level yang lebih tinggi karena berhubungan langsung dengan aspek fungsional dari aplikasi. OMG secara terus-menerus melakukan standarisasi terhadap interface untuk komponen-komponen di masing-masing kategori. Semakin banyak layanan dan fasilitas yang distandarisasi, semakin mudah untuk mencapai komputasi terdistribusi berbasis komponen dalam berbagai bidang secara plug-and-play, tanpa terganggu oleh masalah heterogenitas.
Untuk lebih memperjelas, berikut ilustrasi arsitektur CORBA:

Filed under: Informatika
Ketelitian Mekanisme Sinkronisasi Waktu NTP
1. Network Time Protocol
Network Time Protocol atau lebih sering disebut dengan istilah NTP merupakan sebuah mekanisme atau protokol yang digunakan untuk melakukan sinkronisasi terhadap penunjuk waktu dalam sebuah sistem komputer dan jaringan. Proses sinkronisasi ini dilakukan di dalam jalur komunikasi data yang biasanya menggunakan protokol komunikasi TCP/IP. Sehingga proses ini sendiri dapat dilihat sebagai proses komunikasi data biasa yang hanya melakukan pertukaran paket-paket data saja.
NTP menggunakan port komunikasi UDP nomor 123. Protokol ini memang didesain untuk dapat bekerja dengan baik meskipun media komunikasinya bervariasi, mulai dari yang waktu latensinya tinggi hingga yang rendah, mulai dari media kabel sampai dengan media udara. Protokol ini memungkinkan perangkat-perangkat komputer untuk tetap dapat melakukan sinkronisasi waktu dengan sangat tepat dalam berbagai media tersebut. Biasanya dalam sebuah jaringan, beberapa node dilengkapi dengan fasilitas NTP dengan tujuan untuk membentuk sebuah subnet sinkronisasi. Node-node tersebut kemudian akan saling berkomunikasi dan ber sinkronisasi menyamakan waktu yang direkam mereka. Meskipun ada beberapa node yang akan menjadi master (primary server), protokol NTP tidak membutuhkan mekanisme pemilihan tersebut.
2. Prinsip Kerja
NTP bekerja dengan menggunakan algoritma Marzullo dengan menggunakan referensi skala waktu UTC. Sebuah jaringan NTP biasanya mendapatkan perhitungan waktunya dari sumber waktu yang terpercaya seperti misalnya radio clock atau atomic clock yang terhubung dengan sebuah time server. Komputer ini disebut juga stratum 1. Kemudian jaringan NTP ini akan mendistribusikan perhitungan waktu akurat ini ke dalam jaringan lain dengan protokol NTP yang disebut stratum 2. Komputer dalam jaringan tersebut dapat menyinkronkan jaringan lain yang disebut stratum 3, dan seterusnya sampai stratum 16.

Sebuah NTP client akan melakukan sinkronisasi dengan NTP server dalam sebuah interval pooling yang biasanya berkisar antara 64 sampai 1024 detik. Namun, waktu sinkronisasi ini bisa berubah secara dramatis bergantung kepada kondisi dan keadaan jaringan yang akan digunakannya. NTP menggunakan sistem hirarki dalam bekerja dan melakukan sinkronisasinya. Sistem hirarki ini menggunakan istilah Clock stratum atau strata untuk menggambarkan tingkatan-tingkatannya seperti yang sudah dijelaskan di atas. Sebuah perangkat NTP akan secara otomatis memilih perangkat dengan nilai stratum yang paling kecil untuk mendapatkan update pencatatan waktunya. Dengan demikian, maka tidak perlu melakukan mekanisme pemilihan rumit untuk mendapatkan tree dari NTP yang teratur dalam sebuah jaringan besar. Protokol NTP tetap bekerja dengan baik dalam melakukan sinkronisasi antara client dengan server-nya, meskipun melewati berbagai media. Tampaknya NTP tidak membeda-bedakan media cepat, media lambat, media padat, media kosong, dan sebagainya.
Kehebatan NTP ini didapat dari sistem estimasinya yang hebat yang mengandalkan tiga buah variabel kunci yang didapat dari hubungan antara client dan servernya. Ketiga variabel tersebut adalah:
- Network delay. Sebagai variabel yang didapat dari lamanya delay yang terjadi dalam media penghubungnya. Variabel ini merupakan kunci terpenting dalam mendapatkan sinkronisasi yang akurat.
- Time packets exchange dispersion. Dispersi atau penyebaran terhadap paket-paket sinkronisasi waktu digunakan untuk mengukur kesalahan maksimum dari perhitungan waktu antara kedua node yang berkomunikasi.
- Clock offset: Kerugian waktu ini merupakan variabel yang digunakan untuk melakukan koreksi terhadap pencatatan waktu yang ada di client. Koreksi inilah yang akan dibawa dalam sinkronisasi antarkedua perangkat.
NTP memiliki kemampuan untuk menghindari proses sinkronisasi dengan sebuah mesin yang dianggapnya tidak akan bisa akurat. Kemampuan tersebut didasari oleh dua parameter penentu:
1. Perangkat NTP tidak akan melakukan sinkronisasi dengan sebuah mesin yang tidak melakukan sinkronisasi waktu dirinya sendiri dengan perangkat manapun. Karena dengan fakta tersebut, ada kemungkinan waktu yang dimilikinya tidak akurat.
2. NTP akan melakukan proses komparasi terhadap beberapa perhitungan waktu dari beberapa server. Sebuah perangkat NTP yang memiliki pencatatan waktu yang paling berbeda dengan yang lainnya pasti akan dihindari oleh perangkat-perangkat lainnya, meskipun nilai stratumnya paling rendah daripada mesin yang lain.
3. Mengukur Ketelitian NTP dengan Menghitung Estimasi Network Delay
3.1. Metode Mendeteksi State pada NTP

Untuk mendeteksi perbedaan waktu antara satu sisi dengan sisi lainnya, NTP mengasumsikan bahwa incoming delay sama dengan outgoing delay. Tapi sebenarnya, ketika congestion terjadi, kedua hal tersebut tidaklah sama. Maka akan digunakan beberapa clocks untuk mengurangi kesalahan.
Paket-paket NTP akan saling bertukan antara server dan client dengan interval waktu berkisar dari 1 sampai 12 menit untuk mengukur perbedaan waktu. Paket-paket ini akan memberi tahu tentang incoming dan outgoing delay jika clock-clock ini telah tersinkronisasi secara sempurna. Tapi ketika hanya satu sisi dari NTP server dan client yang tersedia dan sisi tersebut tidak dapat dibuktikan telah tersinkronisasi waktu (time synchronized), kita tidak dapat mengukur incoming dan outgoing delay secara tepat. Untuk menjaga kepresisian clock, dibutuhkan mempersiapkan sisi (pair) sebanyak mungkin.
Dalam kasus ini, rute antara X dan Y telah dioverlap oleh rute dari X ke A dan X ke C (gambar 7). Delay yang terjadi dari X ke A adalah jumlah dari delay yang terjadi dari X ke Y dan delay yang terjadi dari Y ke A. Kita juga dapat memisahkan langkah dari X ke B menjadi langkah dari X ke Y dan langkah dari Y ke B. Ketika delay dari X ke Y berubah karena beberapa sebab, akan mempengaruhi delay dari X ke A dan dari X ke B. Di sisi lain ketika delay dari Y ke A berubah, delay dari X ke A berubah, sementara delay dari X ke B tidak berubah. Maka kita dapat memisahkan delay dari X ke Y dari delay dari Y ke A.
Ketika pergerakan delay dari X ke A mirip dari pergerakan delay dari X ke B, kita dapat menganggap pergerakan delay datang dari delay yang berasal dari X ke Y. Ketika tidak mirip, kita dapat menganggap pergerakan delay datang dari pergerakan delay yang sebenarnya dari masing-masing Y ke A dan dari Y ke B.
3.2. Metode Pengukuran Delay
Dengan memasang clock server dengan antena GPS di sisi client dan clock client di sisi server, kita mendapatkan statistik jaringan yang menggunakan server NTP ini. Server NTP akan menemukan server NTP lainnya. Maka kita sudah membuat sebuah collector untuk delay satu-arah. Dan kita dapat menggunakan hal tersebut untuk menemukan delay per bagian dari jaringan dari informasi delay pada server-server NTP.
Kita akan mencoba mendeteksi collision menggunakan informasi delay berdasarkan NTP server ke Y dan dari Y ke client.
3.3. Metode Estimasi
Dari ide di atas, diformalkan metode dibawah ini. Pertama, waktu ketika delay ditemukan ditunjukkan dengan t. Waktu awal ditunjukkan dengan S, waktu akhir dengan E. Maka S<t<E. Kita menunjukkan delay satu-arah dengan d(t), delay satu-arah dari P ke Q sebagai d P->Q(t).
Kita mengestimasikan delay satu-arah antara P dan Q sebagai perbedaan waktu yang tampak antara server NTP dan round-trip delay diantara mereka. Sebagai contoh delay satu-arah yang ditunjukkan dengan d(t) dapat didapatkan dari penjumlahan setengah dari round-trip delay dan perbedaan waktu yang tampak dari server NTP. Karena round-trip delay dan perbedaan dari waktu observasi adalah:
d P->Q + d Q->P, d P->Q – d Q->P
Perhatikan delay satu-arah dari outgoing atau incoming paket. Pada lingkungan kerja kita, delay satu-arah dibagi menjadi dua komponen. da(t) yang berhubungan dengan waktu dan dd yang tidak berhubungan dengan waktu. Nilai-nilai ini memenuhi :
Berdasarkan lingkungan kerja ini, diformulkan bagaimana menghitung delay dari X ke Y menggunakan delay data dari X ke A. Kita tunjukkan delay satu-arah dari X ke A, dan dari X ke B sebagai d X->A(t), d X->B(t), komponen variabel waktu mereka sebagai da X->A(t), db X->B(t) dan komponen time-constant masing-masing sebagai dd X->A, dd X->B . Lalu, jika perbedaan antara da X->A(t) dan da X->B(t) sedikit, kita tahu bahwa d X->A(t) mirip dengan d X->B(t). Kita mengasumsikan bahwa nilai minimum dari komponen time-constant dari d X->A(t), d X->B(t) telah diperkirakan secara baik dari komponen time-constant dari d X->Y(t). Selanjutnya kita mengasumsikan komponen variabel waktu d X->A(t) dan d X->B(t) memiliki karakteristik yang mirip ketika perbedaaan dari komponen variabel waktu bernilai kecil. Ini berarti da X->A(t) dan da X->B(t) memiliki nilai yang mirip dengan X->A dan X->B.
Kita mengasumsikan kemiripan nilai dapat memperkirakan dengan baik komponen variabel waktu dari elemen X->Y. Lalu kita menggunakan rata-rata elemen variabel waktu dari X->A dan X->B sebagai komponen variabel waktu delay dari X -> Y. Ketika perbedaan antara da X->A(t) dan da X->B(t) kecil, kita dapat menunjukkan persamaan berikut tentang perkiraan delay antara X dan Y dapat kita pegang.

Dalam kasus ini, kita tahu bahwa delay dari X ke Y menggunakan data delay dari X ke A, dan dari X ke B. Tapi jika terdapat perbedaan yang besar antara da X->A(t) dan da X->B(t), metode ini tidak dapat digunakan. Ketika terdapat perbedaan yang besar, kita dapat mengestimasikan nilai dari komponen Y->A dan Y->B jauh lebih besar dari elemen X->Y pada X->A dan X->B. Jadi, pada kasus ini, kita tidak dapat menghitung delay dari X->Y dengan presisi. Untuk kasus ini, kita perlu mempersiapkan C, D … daripada A, B dan untuk menghitung delay secara presisi dari X->A, X->C atau X->B dan X->C.
Ketika terdapat perbedaan yang besar da X->A(t) dan da X->B(t), kita mengasumsikan delay dari Y->A dapat diperkirakan sebagai d Y->A(t) = d X->A(t) – d X->Y(t).
Referensi :
http://www.isoc.org/inet2000/cdproceedings/1d/1d_2.htm
http://syah69.blogspot.com/2008/11/ntp-penjaga-waktu-internet.html
semoga bermanfaat…
